Home / Blog / Renungan Harian / Renungan Harian: Bapa yang Bernyanyi

Renungan Harian: Bapa yang Bernyanyi

Baca: Zefanya 3:14-20

3:14Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! 3:15TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi. 3:16Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: ‘Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu. 3:17TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai, 3:18seperti pada hari pertemuan raya.’ ‘Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela. 3:19Sesungguhnya pada waktu itu Aku akan bertindak terhadap segala penindasmu, tetapi Aku akan menyelamatkan yang pincang, mengumpulkan yang terpencar dan akan membuat mereka yang mendapat malu menjadi kepujian dan kenamaan di seluruh bumi. 3:20Pada waktu itu Aku akan membawa kamu pulang, yakni pada waktu Aku mengumpulkan kamu, sebab Aku mau membuat kamu menjadi kenamaan dan kepujian di antara segala bangsa di bumi dengan memulihkan keadaanmu di depan mata mereka,’ firman TUHAN.

Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, . . . Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak sorai. —Zefanya 3:17

Sebelum saya dan istri mempunyai anak, tidak ada yang memberitahukan kami tentang pentingnya bernyanyi. Anak-anak kami sekarang berusia enam, delapan, dan sepuluh tahun. Ketika ketiganya masih lebih kecil, mereka sempat sulit tidur. Tiap malam, saya dan istri bergantian menidurkan mereka sambil berharap mereka akan segera terlelap. Ratusan jam saya habiskan untuk menggendong mereka, sambil menyanyikan lagu ninabobo yang (semoga) membuat mereka cepat tidur. Namun, ketika malam demi malam saya bernyanyi untuk mereka, sesuatu yang menakjubkan terjadi: rasa kasih sayang dan ikatan saya dengan anak-anak makin bertambah dalam lewat cara-cara yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Tahukah Anda, Alkitab juga menggambarkan Bapa kita di surga bernyanyi bagi anak-anak-Nya? Sama seperti saya menenangkan anak-anak dengan nyanyian, Nabi Zefanya memberikan gambaran tentang Bapa Surgawi yang bernyanyi gembira karena umat-Nya: “Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, . . . Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai” (3:17).

Sebagian besar nubuat Zefanya berisi peringatan akan datangnya penghakiman bagi mereka yang menolak Allah. Namun, itu bukanlah akhirnya. Zefanya tidak menutup dengan penghakiman, melainkan dengan gambaran tentang Allah yang tidak saja menyelamatkan umat-Nya dari semua penderitaan mereka (ay.19-20), tetapi juga yang mengasihi dengan lembut dan bersukacita karena mereka dengan sorak-sorai (ay.17).

Allah bukan hanya “pahlawan yang memberi kemenangan” dan memperbarui kita (ay.17), tetapi juga Bapa penuh kasih yang dengan lemah lembut melantunkan nyanyian kasih-Nya bagi kita. — Adam Holz

Bapa, tolong kami menyambut kasih-Mu dan “mendengar” lagu yang Kau nyanyikan.

Bapa Surgawi bergembira melihat anak-anak-Nya seperti orangtua yang bernyanyi untuk bayinya yang baru lahir.

Oleh Our Daily Bread

About Penyembah

Fellowship of Worshipers (Penyembah) adalah satu wadah bagi pelayan praise & worship untuk bisa bertemu, sharing, dan bersekutu bersama. Memperlengkapi pelayan-pelayan praise and worship untuk membuat nama Tuhan Yesus termasyur melalui pelayanan musik.

Lihat Juga

Renungan Harian: Berkelip-kelip

Seperti bintang-bintang yang tergantung di langit malam, terang kita memberikan pengaruh karena sifat alami dari terang itu sendiri: ia bercahaya! Renungan Harian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.