Selasa , September 17 2019
Home / Blog / Youth / Renungan: Kuasa Perkataan – Unlimited Blessings of God

Renungan: Kuasa Perkataan – Unlimited Blessings of God

Masing-masing kita mempunyai iman tentang sesuatu.
• Keluar dari hutang
• menjadi sehat
• memulai bisnis sendiri
• dll.

Tapi sepertinya keadaan kita tidak ada yang berubah selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Bukan karena Tuhan tidak mau memberi, tapi kesalahan yang terlalu sering kita buat adalah kita mengatakan hal-hal yang seharusnya tidak boleh kita katakan.

Be be positive or be quite! – Kalau tidak bisa bersikap/memperkatakan yang positif, sebaiknya diam saja.

Terjerat Perkataan Kita Sendiri

Amsal 6:2-3
2 jikalau engkau terjerat dalam perkataan mulutmu, tertangkap dalam perkataan mulutmu,
3 buatlah begini, hai anakku, dan lepaskanlah dirimu, karena engkau telah jatuh ke dalam genggaman sesamamu: pergilah, berlututlah, dan desaklah sesamamu itu;

  • Kita terjerat oleh perkataan kita sendiri.

Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

  • Kita tidak bisa menjadi pemenang dengan mengatakan hal-hal yang membawa kita menuju kekalahan.

Ilustrasi:

  • Masaru Emoto telah mempraktekkan mengenai perkataan positif melalui Air (berbagai macam air), dimana bila ia meneriaki air tersebut dengan perkataan positif maka air ini akan membentuk kristal-kristal air yang sangat indah. Tetapi bila ia meneriaki air tersebut dengan perkataan buruk, umpatan, kutukan, maka air tersebut akan membentuk kristal air yang buruk yang tidak sedap dipandang mata.
  • Lebih dari dua ribu buah foto kristal air dimasukkan ke dalam bukunya yang berjudul Message from Water (Pesan dari Air).

From <https://www.wikiwand.com/id/Masaru_Emoto#/citenoteMasaruEmoto1>

Ketika kita tenggelam dalam pikiran negatif, “all the good things become bad things.”

Reza Barauntu

Terlalu Muda untuk Dipakai Tuhan (Yeremia)

Yeremia 1:6-7

6 Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.”

7 Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.

Ilustrasi:

  • Yeremia merasa dia terlalu muda untuk berbicara kepada bangsa Israel.
  • Tuhan berkata, Yeremia diamlah. Mungkin bisa muncul di pikiranmu, tapi jangan katakan apa-apa.
  • Seperti Yeremia, kita bisa berkata seperti itu. Aku terlalu muda untuk hal ini, aku belum cukup dewasa untuk dapat memahami dan mengatasinya.

Hanya karena kita belum melihat jalan-jalan yang Tuhan sudah atur, bukan berarti Tuhan tidak melakukan apa-apa.

Reza Barauntu

Terlalu Tua untuk Mengalami Mujizat Tuhan (Zakharia)

Lukas 1:

18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.”

19 Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.

20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”

Ilustrasi:

  • Malaikat Gabriel datang dan menyampaikan janji Tuhan mengenai anaknya. Tapi Zakharia punya pikiran yang ragu karena dia sudah lanjut usia.
  • Tuhan membuat Zakharia bisu sampai anaknya, Yohanes Pembaptis, lahir.

Tidak ada yang terlalu muda atau terlalu tua untuk mengalami mujizat Tuhan. Kita hanya perlu menjaga perkataan kita.

Reza Barauntu

Diam (Tembok Yeriko)

Ilustrasi:

  • Yosua 6:1 Tidak ada jalan bagi orang Israel untuk masuk ke Kota Yeriko.
  • Yosua 6:3-4 Allah meminta mereka mengelilingi Yeriko 1 hari 1 kali selama 6 hari, dan pada hari ke-7 keliling 7 kali.
  • Yosua 6:10 Allah tahu mereka akan berpikiran negatif, bersungut2 dan membuat mereka tidak dapat masuk ke dalam Yeriko. Itu sebabnya Allah minta mereka diam.
  • Bertahun-tahun sebelumnya nenek moyang mereka ada sekitar 2 juta lebih orang Israel tidak dapat masuk ke Tanah Perjanjian karena pikiran negatif dan bersungut-sungut.

Diam bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Diam dapat mengalahkan banyak hal, termasuk perkataan negatif.

Reza Barauntu

Tidak semua dapat masuk ke Tanah Perjanjian

Bilangan 20

Dosa Musa dan Harun

2 Pada suatu kali, ketika tidak ada air bagi umat itu, berkumpullah mereka mengerumuni Musa dan Harun,

3 dan bertengkarlah bangsa itu dengan Musa, katanya: “Sekiranya kami mati binasa pada waktu saudara-saudara kami mati binasa di hadapan TUHAN!

4 Mengapa kamu membawa jemaah TUHAN ke padang gurun ini, supaya kami dan ternak kami mati di situ?

5 Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membawa kami ke tempat celaka ini, yang bukan tempat menabur, tanpa pohon ara, anggur dan delima, bahkan air minumpun tidak ada?”

6 Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka.

7 TUHAN berfirman kepada Musa:

8 “Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya.”

9 Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya.

10 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: “Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?”

11 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum.

12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: “Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka.”

13 Itulah mata air Meriba, tempat orang Israel bertengkar dengan TUHAN dan Ia menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka.

Ulangan 32

Ajal Musa mendekat

48 Pada hari itulah juga TUHAN berfirman kepada Musa:

49 “Naiklah ke atas pegunungan Abarim, ke atas gunung Nebo, yang di tanah Moab, di tentangan Yerikho, dan pandanglah tanah Kanaan yang Kuberikan kepada orang Israel menjadi miliknya,

50 kemudian engkau akan mati di atas gunung yang akan kaunaiki itu, supaya engkau dikumpulkan kepada kaum leluhurmu, sama seperti Harun, kakakmu, sudah meninggal di gunung Hor dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya–

51 oleh sebab kamu telah berubah setia terhadap Aku di tengah-tengah orang Israel, dekat mata air Meriba di Kadesh di padang gurun Zin, dan oleh sebab kamu tidak menghormati kekudusan-Ku di tengah-tengah orang Israel.

52 Engkau boleh melihat negeri itu terbentang di depanmu, tetapi tidak boleh masuk ke sana, ke negeri yang Kuberikan kepada orang Israel.”

Ilustrasi:

  • Dulu Saya bertanya-tanya kepada Tuhan mengapa banyak orang Kristen tidak mengalami janji-janji Tuhan bahkan sampai hari mereka meninggalkan dunia ini.
  • Sekarang saya mengerti kalau banyak orang Kristen akan meninggalkan dunia ini dalam keadaan tidak menerima janji Tuhan karena mereka tidak sepakat dengan Tuhan untuk mengikuti aturan-aturan dan keinginan Tuhan.

Roma 8:

28 Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

  • Sinonimnya:  ikut serta, bersama di dalam suatu tindakan.
  • Tuhan tidak bekerja sendirian, tapi Alkitab katakan bahwa ALLAH ‘turut’ bekerja.
  • Tuhan bisa mengerjakan segala sesuatu dengan cara-Nya sendirian.
  • Tapi, Tuhan tidak menciptakan manusia untuk bermalas-malasan.
  • Turut bekerja artinya ada kerjasama.
  • Tidak semua yang mendengar janji Tuhan dapat menerimanya.

Kita harus sepakat dengan Tuhan supaya bisa menerima janji-Nya, berkat-Nya dalam hidup kita.

Reza Barauntu

Perkataan Iman Seorang Wanita

2 Raja 4:8-37 – Elisa, Gehazi, & Perempuan Sunem

Perempuan Sunem dengan anaknya

Ilustrasi:

  • Seorang wanita & suaminya membuatkan satu kamar untuk Elisa kalau dia datang. Mereka tidak punya anak dan suaminya sudah tua.
  • Elisa bernubuat, tahun depan pada waktu yang sama, engkau akan mempunyai anak.
  • Singkat cerita mereka punya anak. Ketika beberapa tahun kemudian, anak ini sedang bermain di depan rumahnya dan tiba-tiba merasakan sakit kepala yang luar biasa.
  • Ketika dibawa kepada ibunya, anak ini akhirnya meninggal.
  • Wanita ini kemudian pergi menemui Elisa, tanpa memberi tahu suaminya bahwa anak mereka sudah meninggal.
  • Ketika melihat dari kejauhan, Elisa meminta Gehazi menanyakan kepada wanita ini apa yang terjadi?
  • Apakah segala sesuatu baik-baik saja? Wanita ini berkata, semua baik-baik saja.
  • Apakah suamimu baik-baik saja? Wanita ini berkata, semua baik-baik saja.
  • Apakah anakmu baik-baik saja? Wanita ini berkata, semua baik-baik saja.
  • Ketika bertemu muka dengan Elisa, wanita ini menceritakan kepada Elisa mengenai apa yang terjadi.
  • Elisa ke rumah wanita ini, berdoa, dan anak ini bangkit lagi.
  • Perkataan wanita ini tetap menjaga pikirannya positif ketika segala sesuatu mendorong dia untuk negatif.
  • Tuhan kita bisa melakukan apa saja dalam kehidupan kita. Tapi kita perlu sepakat dengan Tuhan.
  • Yang ada pada Tuhan hanyalah hal-hal yang baik, kebaikan, kemenangan.
  • Perkataan apa yang sering Anda ucapkan? Apakah kamu sudah sepakat dengan Tuhan?

By Reza Barauntu

About Penyembah

Fellowship of Worshipers (Penyembah) adalah satu wadah bagi pelayan praise & worship untuk bisa bertemu, sharing, dan bersekutu bersama. Memperlengkapi pelayan-pelayan praise and worship untuk membuat nama Tuhan Yesus termasyur melalui pelayanan musik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.