Minggu , November 17 2019
Home / Blog / Renungan Harian / Renungan: Kepuasan Sejati

Renungan: Kepuasan Sejati

Yesaya 14:12-15 menulis kejatuhan Setan. Diciptakan sebagai malaikat dengan pangkat tertinggi, kita membaca mengenai ketidakpuasannya yang membawa dia masuk ke dalam masalah.

“Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.”

‭‭Yesaya‬ ‭14:12-15‬ ‭TB‬‬

Sudah jelas masalahnya adalah mengenai harga diri. “Aku hendak. Aku hendak, aku hendak…aku akan menjadi seperti Tuhan.” Dia tidak puas dengan menjadi malaikat dengan pangkat tertinggi seperti yang sudah Tuhan tentukan ketika menciptakan dia. Dia ingin mengambil posisinya Tuhan.

Akar dari kesombongan Setan adalah dia merasa tidak suka lagi dengan posisi dan penempatannya waktu itu yang padahal sudah ditentukkan oleh Allah. Dia merasa bahwa dia layak menerima yang lebih baik.

Kita semua memiliki suatu area di mana kita benar-benar menguasainya dan  kita punya talenta pemberian Tuhan dalam hal itu. Area kita berbeda satu sama lain. Sangat tidak baik untuk menginginkan sesuatu yang tidak kita miliki tapi orang lain miliki. Padahal kita punya kesempatan yang baik untuk terus mengembangkan apa yang kita miliki mencapai potensi yang maksimal.

Ketika kita melihat ke sebelah pagar, biasanya kita akan melihat rumput di sebelah lebih hijau dari pada rumput kita. Tapi ketika kita melompat ke sana, kita akan melihat bahwa ternyata rumput itu juga mungkin tidak seperti yang kita harapkan.

Kita hanya akan puas apabila kita bersyukur dan mengembangkan apa yang sudah Tuhan taruh di dalam kita mencapai level tertinggi yang bisa kita jangkau. Itulah kepuasan sejati.

By Reza Barauntu

About Penyembah

Fellowship of Worshipers (Penyembah) adalah satu wadah bagi pelayan praise & worship untuk bisa bertemu, sharing, dan bersekutu bersama. Memperlengkapi pelayan-pelayan praise and worship untuk membuat nama Tuhan Yesus termasyur melalui pelayanan musik.

Lihat Juga

Renungan Harian: Berkelip-kelip

Seperti bintang-bintang yang tergantung di langit malam, terang kita memberikan pengaruh karena sifat alami dari terang itu sendiri: ia bercahaya! Renungan Harian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.